Sepak Bola Mancanegara

Pesan Harapan Ronaldo bagi Anak-Anak Korban Perang Suriah

Madrid - Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, secara emosional mengirim pesan kepada anak-anak korban perang di Suriah. Melalui akun Twitter pribadinya, Ronaldo mengunggah video yang berisi pesan kepada anak-anak di Aleppo, Suriah.

Selama empat tahun lebih konflik terjadi di Suriah hingga membuat ribuan orang menjadi korban, tak terkecuali anak-anak. Tidak sedikit anak-anak kehilangan orang tua, saudara, atau teman bermainnya.
 
Akibat perang, sekolah juga menjadi hal sulit dijalani bagi anak-anak Suriah. Jutaan orang pun mengungsi ke luar Suriah demi mendapat suaka dari negara-negara lain.

Masa depan anak-anak Suriah menjadi sorotan dunia selama perang berlangsung. Sebagai Duta Perlindungan Anak-anak Dunia, Ronaldo merasakan empati yang begitu besar terhadap penderitaan anak-anak di Suriah.

Ronaldo diketahui sering menyumbang dana maupun materi demi membantu anak-anak korban perang di Suriah. Perhatian besar diberikan kapten Timnas Portugal itu dengan meminta anak-anak Suriah tidak kehilangan harapan.

"Ini untuk anak-anak di Suriah. Kami tahu kalian begitu sangat menderita. Saya memang pemain (sepakbola) yang sangat terkenal, tapi kalian adalah pahlawan sejati," tutur Ronaldo dalam video di akun Twitter @Cristiano.

"Jangan pernah kehilangan harapan. Dunia bersama kalian. Kami peduli kepada kalian. Saya ada bersama kalian," ungkap mantan pemain Manchester United ini.

Sebelum memberikan empati atas peristiwa yang terjadi Suriah, Ronaldo juga sempat membantu korban-korban konflik di Palestina dan bencana tsunami di Aceh. Dia tidak segan berbagi kebahagian untuk para korban di berbagai negara.
 

 
--------------------------------------------------------------------------------------------

Apabila ada hal-hal yang ingin ditanyakan, silahkan hubungi saya di :

Semoga Bermanfaat :)

Note :
Jangan Lupa INVITE PIN Saya 4DF4DC04, agar kita bisa berteman dan saling berbagi Ilmu Yang Bermanfaat :) Aamiin
Yuk kita saling bersilaturahmi, Invite 4DF4DC04

 

Real Madrid Juara Liga Champions!

Real Madrid Juara Liga Champions! Foto: Getty Images/Laurence Griffiths
Milan - Real Madrid tampil sebagai juara Liga Champions 2015/2016. Mereka menjadi juara setelah mengalahkan Atletico Madrid via babak adu penalti.

Dengan demikian, Madrid pun sukses meraih gelar juara ke-11 mereka di turnamen ini; 'La Undecima', demikian mereka melabelinya. Los Blancos kembali sukses menundukkan Atletico, rival sekota sekaligus lawan mereka di final dua tahun lalu.

Setelah bermain 1-1 selama 120 menit, pertandingan ini dilanjutkan ke babak adu penalti. Di babak tos-tosan tersebut, penendang keempat Atletico, Juanfran, gagal. Tendangannya menerpa tiang gawang dan membuat Atletico tetap tertinggal 4-3.

Penendang kelima Madrid, Cristiano Ronaldo, pun mendapatkan makanan empuk. Ia tidak membuang peluang yang sudah ada di depannya. Tendangannya masuk, mengubah skor menjadi 5-3, dan membawa Madrid meraih trofi juara Liga Champions musim ini.

Jalannya Pertandingan

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion San Siro, Milan, Minggu (29/5/2016) dini hari WIB, Madrid langsung tampil menekan setelah kick-off dilakukan. Di sisi lain, Atletico juga berani tampil terbuka. Mereka tidak hanya sekadar menunggu Madrid melakukan serangan, lalu balas melakukan serangan balik.

Kendati begitu, Madrid tampil lebih dominan. Berulang kali, serangan mereka --yang kebanyakan diawali oleh umpan silang dan umpan panjang langsung ke depan-- banyak membahayakan pertahanan Atletico. Peluang pun mereka dapatkan ketika pertandingan baru berjalan lima menit.

Berawal dari pelanggaran Filipe Luis terhadap Gareth Bale, Madrid mendapatkan tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti Atletico. Bale sendiri yang mengeksekusi tendangan bebas tersebut.

Dari tendangan bebas Bale, yang dieksekusi dengan kaki kiri, bola menusuk ke depan gawang Atletico. Casemiro pun langsung menyambarnya sebelum bola menyentuh tanah. Sial bagi Casemiro, tendangannya masih bisa ditepis kiper Atletico, Jan Oblak, dengan kakinya.

Ketika pertandingan memasuki menit ke-15, Madrid kembali mendapatkan tendangan bebas. Dari tendangan bebas inilah, yang kali ini dieksekusi oleh Toni Kroos, Madrid meraih keunggulan.

Tendangan bebas Kroos disambut dengan sundulan oleh Bale. Bola yang melambung ke depan gawang Atletico setelah disundul Bale itu lantas disambar oleh Sergio Ramos dengan sepakan datar. Kali ini, Oblak tidak mampu menghalaunya. Madrid unggul 1-0.

Tertinggal dari rival sekota, Atletico tidak panik. Mereka tidak lantas terburu-buru untuk langsung menghambur ke depan dan menggempur pertahanan Madrid. Beberapa kali, mereka memutar-mutar bola di tengah, sebelum akhirnya melepaskan umpan terobosan ke depan ketika celah sudah terbuka.

Namun demikian, Madrid juga terbilang disiplin dalam bertahan. Trio Casemiro-Luka Modric-Toni Kroos tidak pernah berdiri terlalu jauh dari lini pertahanan Madrid sehingga membuat Atletico kesulitan untuk menemukan celah.

Dua peluang sempat didapatkan Atletico via Antoine Griezmann. Namun, satu tendangan Griezmann terlalu pelan sehingga dengan mudah ditangkap oleh Keylor Navas. Sementara, sepakan Griezmann lainnya melebar tipis di sisi kanan gawang Madrid.

Babak pertama berakhir setelah injury time selama satu menit selesai. Gol Ramos jadi pembeda di paruh pertama ini.

Babak kedua kemudian diawali dengan sebuah kejadian, yang kemudian membuat cerita final 2015/2016 ini menjadi lebih menarik. Baru beberapa saat pertandingan paruh kedua berjalan, Atletico mendapatkan penalti setelah Pepe melakukan pelanggaran terhadap Fernando Torres.

Griezmann kemudian mengeksekusi tendangan penalti itu. Namun, tidak ada gol yang tercipta setelahnya. Tendangan kaki kiri Griezmann menerpa mistar gawang dan bola kemudian memantul jauh. Ini adalah penalti kedua Griezmann musim ini, ketika menghadapi Madrid, dan dua-duanya gagal.

Tidak lama setelah penalti itu, pelatih Atletico, Diego Simeone, tampak memberikan sedikit wejangan dan menyemangati Griezmann di pinggir lapangan. Simeone kemudian menepuk anak buahnya itu dan mempersilakannya untuk main kembali.

Atletico tampil lebih agresif di babak kedua ini. Dengan masuknya Yannick Ferreira Carrasco --menggantikan Augusto--, mereka banyak menekan dari sisi sayap kiri. Beberapa kali mereka juga memaksa Madrid untuk bertahan amat dalam.

Kendati begitu, Madrid masih sempat memberikan ancaman untuk gawang Atletico. Pada menit ke-69, sebuah serangan balik Madrid diakhiri dengan sepakan Karim Benzema dari dalam kotak penalti. Sial bagi Benzema, dan juga Madrid, tendangan bomber asal Prancis itu masih bisa ditepis oleh Oblak.

Tidak beberapa lama setelahnya, gantian peluang Bale yang gagal. Tendangan keras datar pemain asal Wales itu dihalau pemain Atletico tepat di depan garis gawang Atletico.

Pada akhirnya, Atletico berhasil menyamakan kedudukan. Ketika pertandingan menginjak menit ke-79, Carrasco --si pemain pengganti-- membobol gawang Madrid.

Gol bermula dari sebuah serangan dari sisi kanan (atau kiri pertahanan Madrid). Umpan silang dari Juanfran langsung disambar oleh Carrasco yang berada di depan gawang Madrid. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Setelah gol tersebut, Madrid masih sempat mendapatkan peluang lewat Ronaldo. Menerima umpan terobosan dari Bale, Ronaldo berusaha mengecoh Oblak dan melepaskan sepakan. Namun, sepakan Ronaldo dengan cepat dihalau oleh Oblak.

Sama seperti final dua tahun lalu, pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan.

Di babak tambahan, tidak banyak peluang tercipta. Namun, sebelum babak tersebut dimulai, beberapa pemain Madrid seperti Ronaldo dan Bale tampak mengalami kram. Mereka pun langsung mendapatkan perawatan dari fisioterapis tim.

Kendati demikian, para pemain Madrid tersebut masih bisa lanjut bermain. Yang tidak bisa melanjutkan permainan malah bek Atletico, Filipe Luis, yang mengalami cedera di pangkal pahanya. Luis pun digantikan oleh Lucas Hernandez.

Menjelang akhir babak tambahan, Madrid menggempur pertahanan Atletico. Namun, dua kali peluang mereka gagal lantaran terlalu lama untuk melepaskan sepakan. Dua kali juga usaha mereka digagalkan oleh blok pemain-pemain bertahan Atletico.

Laga pun dilanjutkan ke babak adu penalti.

Di babak adu penalti, hanya satu penendang yang gagal, yakni Juanfran. Namun, gagalnya tendangan Juanfran --yang mengenai tiang gawang-- sudah cukup untuk memukul Atletico.

Penendang kelima Madrid, Ronaldo, menjalankan tugasnya dengan baik. Madrid menang 5-3 lewat adu penalti dan keluar sebagai juara.

Adu Penalti

Real Madrid

1. Lucas Vazquez - gol
2. Marcelo - gol
3. Gareth Bale - gol
4. Sergio Ramos - gol
5. Cristiano Ronaldo - gol

Atletico Madrid

1. Antoine Griezmann - gol
2. Gabi - gol
3. Saul Niguez - gol
4. Juanfran - gagal

Susunan Pemain

Real Madrid: Navas, Carvajal (Danilo 51), Pepe, Ramos, Marcelo, Kroos (Isco 72), Casemiro, Modric, Bale, Ronaldo, Benzema (Lucas Vazquez 77).

Atletico Madrid: Oblak, Juanfran, Savic, Godin, Filipe Luis (Lucas Hernandez 108), Koke, Gabi, Augusto (Carrasco 45), Saul, Torres, Griezmann.

Apabila ada hal-hal yang ingin ditanyakan, silahkan hubungi saya di :

Semoga Bermanfaat :)

Note :
Jangan Lupa INVITE PIN Saya 4DF4DC04, agar kita bisa berteman dan saling berbagi Ilmu Yang Bermanfaat :) Aamiin
Yuk kita saling bersilaturahmi, Invite 4DF4DC04

Video: Cristiano Ronaldo 'Bela' Bocah yang Dicemooh Orang

Jumat, 8 Mei 2015 13:30 by Gita Puspa
 
Murka, Christiano Ronaldo Bela Bocah Dibully
 SOOPERBOY - Sebagai bintang lapangan, Christiano Ronaldo juga sangat menginspirasi di luar lapangan. Dia selalu memotivasi terutama anak-anak untuk tetap percaya diri.

Momen mengharukan dan menunjukkan betapa dia ikon yang hebat ditunjukkan oleh Ronaldo ketika membela seorang anak kecil di hadapan publik. Beberapa waktu lalu, seorang anak kecil tengah mewawancarainya dengan menggunakan bahasa Portugis.

Dengan terbata-bata, bocah itu mengajukan pertanyaan demi pertanyaan dengan bahasa Portugal. Namun kekikukan bocah tersebut mengundang tawa para penonton, bahkan cemoohan ditujukan kepada bocah tersebut.

Sang bocah tertunduk malu dan tak melanjutkan pertanyaanya. Melihat hal ini, CR7 tak ikut tertawa, dan dia memandang heran serta menimpali celetukan cemooh penonton.

"Kenapa tertawa? Anak ini berbahasa Portugis dengan baik. Dia  berusaha keras," ujarnya dengan mimik serius.

Penonton pun terhenyak dengan komentar CR7 dan menyadari perbuatannya. Malu karena telah mencemooh bocah tersebut, para penonton meminta maaf dan memberikan tepuk tangan kepada bocah tersebut.

Berikut videonya:
Murka, Christiano Ronaldo Bela Bocah Dibully

Adu Penalti-Adu Penalti Terburuk


Adu Penalti-Adu Penalti Terburuk

Entah apakah ada yang lebih buruk dibanding empat penendang penalti yang seluruhnya gagal mencetak gol. Pengalaman serupa Bayern Munich di semifinal DFB Pokal pernah juga terjadi pada Barcelona, Real Madrid, dan Brasil.

Katanya, adu penalti di sepakbola cuma masalah keberuntungan. Saat pertandingan selama 90 menit plus 30 menit harus ditentukan oleh tendangan dari jarak 11 meter, rasanya memang tidak adil.

Bicara soal keberuntungan, dia seluruh dunia dari tahun ke tahun banyak kisah dramatis soal adu penalti. Tapi yang dialami Bayern Munich saat berhadapan dengan Borussia Dortmud di semifinal DFB Pokal adalah sesial-sialnya nasib.

Bayangkan, keempat penendang Die Rotten semuanya gagal: Philipp Lahm dan Xabi Alonso terpeleset, sepakan Mario Goetze dimentahkan kiper dan eksekusi Manuel Neuer membentur mistar.

Total ada lima penendang penalti yang gagal dalam drama tersebut, karena Mats Hummels juga gagal menuntaskan tugasnya untuk Dortmund. Tiket ke final didapat Dortmund berkat kemenangan 2-0.

Kesialan serupa Bayern pernah juga dialami beberapa tim terbaik dunia. Berikut beberapa adu penalti terburuk:

Barcelona vs Steaua (Final Liga Champions 1985/1986)

Adu Penalti-Adu Penalti Terburuk - 2
Barcelona dan Steaua Bucharest berhadapan di final Piala Champions musim 1985/1986. Laga yang digelar di Ramon Sanchez Pizjuan, Kota Sevilla, sejatinya menguntungkan Barcelona yang asal Spanyol. Tapi kenyataannya Barca justru menelan kekalahan.

Kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 90 menit. Pun begitu saat periode perpanjangan waktu digelar 2 x 15 menit. Laga pun harus dituntaskan lewat adu penalti.

Pada adu tos-tosan Barcelona bernasib sangat sial. Keempat penendang yang mereka turunkan gagal bikin gol. Jose Ramon Alexanko, Angel Pedraza, Pichi Alonso, dan Marcos Alonso Pena tak mampu merobek gawang Steaua.

Faktanya, dua penendang pertama Steaua juga gagal mencetak gol. Jika ditotal ada enam eksekutor yang gagal, sementara yang berhasil cuma dua.

Steaua 2-0 Barcelona
Majearu (X) Alexanko (X)
Boloni (X) Pedraza (X)
Lacatus (V) Pichi Alonso (X)
Balint (V) Marcos (X)


Belanda vs Italia (Semifinal Piala Eropa 2000)

Adu Penalti-Adu Penalti Terburuk - 3
Bermain di kandangnya sendiri, Belanda gagal meraih kemenangan atas Italia di semifinal Piala Eropa 2000. 'Singa Oranje' tunduk melalui adu penalti, yang menjadi salah satu yang terburuk sepanjang sejarah mereka.

Dari empat eksekutor Belanda cuma satu yang berhasil bikin gol. Sementara di Italia tiga penendang sukses dengan eksekusinya dan cuma satu yang gagal.

Setelah penalti Luigi Di Biagio memperdaya Edwin van der Sar, Frank de Boer gagal mencetak gol penyama. Italia lantas unggul 2-0 usai Gianluca Pessotto juga menjalankan tugasnya dengan sempurna. Jaap Stam yang jadi penendang kedua Belanda makin membuat suporter tuan rumah tertunduk karena tendangan kerasnya melayang tinggi.

Francesco Totti lantas membawa Gli Azzurri unggul 3-0. Jadi penendang ketiga, Patrick Kluivert menjadi eksekutor pertama Belanda yang sukses.

Harapan Belanda sepertinya hidup lagi karena Paolo Maldini yang jadi penendang keempat gagal. Tapi Paul Bosvelt ternyata juga gagal karena sepakannya dihalau Francesco Toldo - yang jadi pahlawan dengan dua penyelamatan. Dengan penendang kelima sudah tidak menentukan apa-apa lagi, Italia dinyatakan menang 3-1.

Italia 3-1 Belanda
Di Biagio (V) F. de Boer (X)
Pessotto (V) Stam (X)
Totti (V) Kluivert (V)
Maldini (X) Bosvelt (X)


Brasil vs Paraguay (Perempatfinal Copa Amerika 2011)

Adu Penalti-Adu Penalti Terburuk - 4
Adu penalti yang 'aneh' juga terjadi di perempatfinal Copa Amerika 2011. Aneh karena ketidakmampuan mencetak gol dari titik putih dilakukan oleh tim sekelas Brasil. Tak tanggung-tanggung, seluruh penendang Samba gagal menuntaskan tugasnya.

Di Estadio Ciudad de La Plata, laga Brasil dengan Paraguay tuntas tanpa gol selama 120 menit. Adu penalti dilakukan untuk meloloskan tim ke semifinal.

Elano yang jadi eksekutor penalti pertama Brasil gagal, itu kemudiuan diikuti oleh Edgar Barreto.

Menjadi penendang kedua, Thiago Silva ternyata juga tak mampu mencetak gol. Sementara Marcelo Estigarribia berhasil membuat Paraguay unggul 1-0.

Suporter Brasil mulai merasakan 'keanehan' karena penendang ketiga mereka Andre; Santos tak ketinggalan juga gagal. Padahal Christian Riveros kemudian bisa membuat Paraguay memimpin 2-0.

Laga langsung tuntas setelah Fred ikut-ikutan tak mampu bikin gol. Brasil pun terdepak dengan kekalahan 0-2.

Brasil 0-2 Paraguay
Elano (X) Barreto (X)
Thiago Silva (X) Estigarribia (V)
Andre; Santos (X) Riveros (V)
Fred (X)



Real Madrid vs Bayern Munich (Semifinal Liga Champions 2011/12)

Adu Penalti-Adu Penalti Terburuk - 5
Setelah kalah 1-2 dalam lawatan ke Allianz Arena, Madrid berhasil membalas dengan skor yang sama saat gantian main di Santiago Bernabeu. Agregat 3-3 memaksa laga harus dituntaskan melalui adu penalti.

Pendukung Madrid dibuat tidak percaya dengan apa yang terjadi di hadapan mereka saat itu. Dua pemain termahal mereka yang jadi penendang pertama gagal membuat gol: eksekusi Cristiano Ronaldo dan Kaka sama-sama dihentikan Manuel Neuer. Padahal dua penendang penalti Bayern yakni David Alaba dan Mario Gomez berhasil dengan tugasnya.

Xabi Alonso yang jadi penendang ketiga akhirnya memberi Madrid gol. Tapi dia menjadi satu-satunya yang berhasil karena Sergio Ramos yang datang terakhir tembakannya melayang tinggi dari sasaran.

Eksekusi Toni Kroos dan Philipp Lahm juga gagal ketika itu, namun Bayern tetap menang dengan skor 3-1. Tercatat ada lima eksekutor yang gagal dalam drama tersebut.

Real Madrid 1-3 Bayern Munich
Ronaldo (X) Alaba (V)
Kaka (X) Gomez (V)
Alonso (V) Kroos (X)
Ramos (X) Lahm (X)

Schweinsteiger (V)

Lagi, Madrid Puncaki Daftar Forbes mengenai Klub Sepakbola Paling Bernilai

Kris Fathoni W - detikSport
Kamis, 07/05/2015 
Lagi, Madrid Puncaki Daftar Forbes mengenai Klub Sepakbola Paling Bernilai  
Getty Images/Gonzalo Arroyo Moreno
 
Jakarta - Untuk tahun ketiga berturut-turut, Real Madrid menjadi klub sepakbola dengan nilai paling tinggi menurut Forbes. Data tersebut juga memperlihatkan nilai rata-rata 20 tim teratas yang naik 11% dibandingkan tahun lalu.

Menurut data yang dikutip Reuters, nilai Madrid turun lima persen menjadi 3,26 miliar dolar AS tapi pendapatan sebesar 746 juta dolar AS, tertinggi untuk klub sepakbola di dunia, cukup untuk membuat El Real kembali memuncaki daftar tersebut.

Barcelona (3,16 miliar dolar AS), Manchester United (3,10 miliar dolar AS), Bayern Munich (2,35 miliar dolar AS), dan Manchester City (1,35 miliar dolar AS) melengkapi lima posisi teratas.

Meningkatnya pendapatan dari hak siar televisi dan sponsorship dari seragam tim berkontribusi terhadap meningkatnya nilai dari 20 klub teratas menjadi 1,16 miliar dolar AS, sebuah peningkatan sebesar 84 persen dari lima tahun lalu.

Delapan dari 20 tim teratas datang dari Premier League Inggris, dengan Forbes menyebut bahwa itu turut disebabkan kecenderungan peningkatan poundsterling Inggris terhadap euro dan dolar AS, dan juga kesepakatan hak siar televisi yang baru untuk musim 2016-17.

Dari Italia, cuma Juventus (837 juta dolar AS), AC Milan (775 juta dolar AS), Inter Milan (439 juta dolar AS), dan Napoli (353 juta dolar AS) yang menembus 20 besar tetapi posisinya tidak lebih tinggi dari posisi sembilan.

Menurut Forbes, hal itu tidak lepas dari perkara skandal pengaturan skor, stadion yang sudah lawas, bertambahnya utang, dan penurunan bakat di lapangan yang terjadi di Serie A selama sekian tahun terakhir.

Daftar 10 besar

1. Real Madrid 3,26 miliar dolar AS

2. Barcelona 3,16 miliar dolar AS

3. Manchester United 3,10 miliar dolar AS

4. Bayern Munich 2,35 miliar dolar AS

5. Manchester City 1,38 miliar dolar AS

6. Chelsea 1,37 miliar dolar AS

7. Arsenal 1,31 miliar dolar AS

8. Liverpool 982 juta dolar AS

9. Juventus 837 juta dolar AS

10. AC Milan 775 juta dolar AS

 Sumber : detik.com

BACA JUGA => Adu Penalti-Adu Penalti Terburuk

Gaji Cristiano Ronaldo ‘Sangat Murah’, Rp 33.000 Per Detik!

 

Gaji Cristiano Ronaldo ternyata ‘sangat murah’ berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh BlueFire Broadband. CR7 memperoleh 2,54 dolar AS atau sebesar Rp 33.505,15 setiap detiknya. Itu bermakna, hanya dalam waktu semenit, sang penyerang Real Madrid sudah memperoleh 2 juta rupiah!

Dengan gaji fantastis itu, Cristiano Ronaldo jelas membuat air liur semua orang di dunia menetes. Bahkan rekan sesama olahragawan tidak ada yang mampu menyaingi jumlah uang per detik yang didapatkan CR7. Setidaknya hingga musim panas mendatang.

Saat ini pesaing terdekat Ronaldo adalah LeBron James bintang Cleveland Cavaliers. Pemain basket kenamaan itu hanya memperoleh uang 25 sen  (dolar AS) lebih sedikit daripada winger internasional Portugal tersebut. Namun, musim panas ini situasi bisa berubah karena LeBron James konon akan menerima kontrak eksklusif sebesar 20 juta dolar AS per tahun.

Lalu bagaimana dengan pesaing terdekat Cristiano Ronaldo, Lionel Messi? Ia ada dalam urutan ketiga dalam urutan pendapatan ikon olahraga dunia. La Pulga yang musim ini sangat cemerlang di Barcelona mendapatkan 2,05 dolar AS per detik yang setara dengan Rp 27.041,56. Dalam semenit Messi bisa memperoleh 1,62 juta rupiah.

Jika dihitung kembali, dengan asumsi Anda membaca artikel ini hanya dalam tempo lima menit saja, maka selama Anda membaca dan membandingkan pendapatan dengan CR7, bintang Real Madrid tersebut sudah memperoleh Rp 10.051.500,00. Itu nyaris empat kali lipat UMR Jakarta 2015.

SUMBER : http://sidomi.com/365804/gaji-cristiano-ronaldo-sangat-murah-rp-33-000-per-detik/