Artikel Islami

15 Keutamaan Bulan Safar Menurut Sunnah Rasul


Alquran meninggikan martabat dan juga memuliakan beberapa bulan tertentu dengan janji fadilah yang berlipat ganda atas mukim yang berusaha untuk menjauhkan diri dari kemungkaran dan juga kemaksiatan pada sesama manusia terutama lagi pada Allah SWT. Akan tetapi pada kenyataannya, bulan Safar dianggap sebagai bulan yang sial sehingga diadakan banyak acara ritual untuk menolak bala serta takhayul yang masih dipercaya umat muslim di Indonesia.


Keutamaan Bulan Safar

Bulan Safar menjadi salah satu bulan Allah yang mulia dimana Allah SWT menurunkan banyak bala dan juga cobaan serta musibah pada bumi. Akan tetapi, beberapa musibah tersebut tidak akan terjadi kecuali dengan qadha dan qadar dari Allah SWT. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW memberi penjelasan tentang umat yang tidak diperbolehkan untuk percaya pada sebuah penyakit bisa menular karena penyakit itu sendiri, namun penyakit yang menular tidak lain karena kehendak Allah SWT dan juga Qadah serta Qadarn-nya.

Dari AbuHurairah RA dari Rasulullah SAW bahwa sesungguhnya beliau bersabda:”Tiada kejangkitan, dan juga tiada mati penasaran, dan tiada juga Safhar”, kemudian seorang badui Arab berkata: “Wahai Rasulullah SAW, onta-onta yang ada di padang pasir yang bagaikan sekelompok kijang, kemudian dicampuri oleh Seekor onta betina berkudis, kenapa menjadi tertular oleh seekor onta betina yang berkudis tersebut ?”. Kemudian Rasulullah SAW menjawab: “Lalu siapakah yang membuat onta yang pertama berkudis (siapa yang menjangkitinya)?“. HR Buhari dan Muslim. Semua kesialan yang diterima tidak ada hubungannya dengan hari, tanggal atau bulan seperti pada bulan Safar dan ada banyak keutamaan bulan Safar menurut Islam dan sunnah seperti yang kami berikan pada kesempatan kali ini.



  1. Memperkuat Iman
Bulan Safar seperti halnya beberapa bulan yang lain dan sudah diberikan oleh Allah SWT bisa digunakan untuk melakukan banyak perbuatan amal serta ibadah yang sangat bermanfaat dan tidak mempercayai jika bulan Safar adalah bulan sial sebab semuanya hanya bisa terjadi atas izin dan kehendak Allah SWT. Perbuatan amal serta ibadah juga menjadi cara meningkatkan iman dan takwa sebagai umat muslim.
“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus : 107).



  1. Meyakini Ketetapan Allah SWT
Allah SWT berfirman, “Katakanlah, ’Sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (QS. At-Taubah : 51).


  1. Menghindari Hal Yang Bertentangan Dengan Ketauhidan
Keutamaan lain dari bulan Safar adalah menghindari dari berbagai hal yang sudah bertentangan dengan ketauhidan. Dengan itu, kita mengetahui jika hari Rabu terakhir di bulan Safar merupakan hari dimana Allah SWT banyak menurunkan musibah. Akan tetapi, ini tidak berarti jika segala sesuatu yang sudah kita niatkan pada hari tersebut dan lalu dibatalkan  maka terjadi karena musibah tetapi terjadi karena niat untuk ibadah atau penyebab lain yang menjadi penyebab amal ibadah ditolak dalam islam.


  1. Meningkatkan Taqwa dan Tawakkal Pada Allah SWT
Taqwa dan tawakkal juga harus dengan sadar betul jika segala sesuatu bisa terjadi atas kehendak Allah SWT sekaligus memperoleh manfaat tawakal lainnya, maka ketaqwaan juga semakin meningkat dan semakin rajin untuk beribadah seperti melaksanakan shalat wajib dan shalat fardhu dengan tujuan supaya bisa mendapat ridha dari Allah SWT.


  1. Tauhid Disertai Dengan Tasbih dan Taubat
Tauhid yang dilakukan dengan disertai tasbih dan juga taubat seperti melaksanakan shalat taubat juga dilakukan supaya Allah SWT memberikan perlindungan bagi hamba-Nya dari segala macam marabahaya, kesulitan dan juga penderitaan.
“Maka Kami telah memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. al Anbiya: 88)



  1. Mengakui Dosa Yang Sudah Dilakukan
Memperlihatkan pengakuan atas dosa yang sudah dilakukan. Tidak menjalankan hak Rabbnya dengan sempurna serta menzhalimi diri sendiri karena sikapnya itu. “Inni kuntu mina al- zhaalimiin” “Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim” Ungkapan ini adalah sebuah pengakuan tanda taubat.

Sangat penting mengetahui Dosa yang Tak Terampuni Oleh Allah SWT, seperti Dosa Meninggalkan Shalat 5 waktu dan juga Dosa Besar dalam Islam. Sehingga kamu bisa mengamalkan Amalan Penghapus Dosa Besar sehingga bisa meringangkan amal buruk saat diperhitungan di akhirat nanti.



  1. Memperlihatkan Pembersihan Allah SWT Dari Kekurangan
Ini merupakan makna tasbih yang dilakukan langit dan juga bumi serta seluruh makhluk sebab segala sesuatu bertasbih dengan memuji-Nya, “Subhaanaka” “Maha Suci Engkau”.


  1. Menunjukkan Atas Tauhid
Ilmu Tauhid Islam yaitu Tauhid uluhiyah yang dengannya Allah SWT mengutus Rasul, menurunkan kitab kitab dan berdiri surga serta neraka. “La Ilaha Illa Anta” “Tidak ada tuhan (yang berhak di sembah) selain Engkau”.


  1. Berdoa Sesuai Ajaran Rasulullah SAW
“Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang dipalingkan dari keperluannya oleh perasaan bernasib sial maka sungguh dia telah berbuat syirik.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apa penebus perasaan itu”, beliau menjawab: “Salah seorang dari kalian mengucapkan: “Allahumma laa khaira illa khairuka wa laa thaira illa thairuka wa laa ilaaha ghairuka” (Wahai Allah, tidak ada kebaikan melainkan kebaikan-Mu, tidak ada kesialan kecuali kesialan yang engkau takdirkan dan tidak ada sembahan selain-Mu).” HR Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 1065.
Banyak doa yang bisa dipanjatkan seperti Doa di Pagi Hari dalam Islam,  Doa Agar Dipermudah Segala UrusanDoa Agar Dimudahkan RezekiDoa Untuk Mendapat Keturunan   juga Doa untuk mendapatkan Jodoh dalam Islam  agar membantu anda menjalani kehidupan di dunia dan mendapatkan pahala di akhirat nanti.



  1. Menumbuhkan Prasangka Baik dan Optimis
“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada thiyarah, dan sebaik-baiknya perasaan itu adalah Al fa’lu”, para sahabat bertanya: “Apakah itu al fa’lu?”, beliau bersabda: “Perkataan yang baik yang didengarkan oleh salah seorang dari kalian.” HR. Bukhari.
“Anas Bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada ‘Adwa, thiyarah dan aku kagum dengan Al Fa’lu Ash Shalih, yaitu perkataan baik.” HR. Bukhari.



  1. Menyandarkan Diri Pada Allah SWT
“Dan tidak ada diantara kita melainkan (akan timbul perasaan itu), akan tetapi Allah menghilangkannya dengan bertawakkal (bersandar kepada-Nya).” HR. Abu Daud.
Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menyatakan jika perasaan memiliki nasib sial akan hilang dengan sendirinya apabila kita bersandar sepenuhnya pada Allah SWT ditambah juga dengan doa untuk menghadapi ujian.



  1. Mempertebal Keimanan
Dalam bulan safar, kita akan memandang banyak keajaiban yang sudah diciptakan Allah SWT yang bisa dijadikan sebagai sarana mempertebal iman terhadap kebesaran Allah sehingga menjadikan kita sebagai manusia yang lebih bersyukur kepada-Nya yang tidak hanya bisa dilakukan pada beberapa bulan lainnya.


  1. Menuai Pahala
Amalan ibadah yang tidak dilakukan karena Safar akan dicatat meskipun tidak dilakukan. Nabis SAW bersabda, “Apabila seorang hamba sakit atau bepergian, maka ditulis seperti apa yang ia lakukan dalam muqim dan sehat. (H.R. Bukhori no .2996).


  1. Terkabulnya Doa Yang Dipanjatkan
Rasulullah SAW bersabda, “Tiga do’a yang terkabulkan tanpa diragukan; do’a orang tua, do’a orang yang bepergian, dan do’a orang yang terzhalimi.(H.R Tirmidzi no.1905, Abu dawud 1536, dan dihasankan al-Albani.)
Al-Hafizh ibnu rajab rahimahullah berkata, “Bertambah lamanya suatu safar akan lebih menjadikan sebuah do’a terkabulkan, karena hati saat itu rendah disebabkan keasingan diri dari kampung halamannya, sedangkan kerendahan diri dan menanggung beban merupakan sebab terkabulkannya do’a.” (jami’ul ‘Ulum walhikam 1/269).



  1. Perbanyak Bacaan Alquran
Membaca Alquran menjadi sarana untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, mencari pahala lebih mudah, menjauhkan diri dari bahaya dan berbagai manfaat lainnya. Membaca Alquran juga harus dilakukan pada bulan Safar untuk menjauhkan diri dari segala macam bahaya sekaligus mendekatkan diri pada Allah SWT dan cara bersyukur menurut Islam yang baik.

“baca dan naiklah, serta tartilkan sebagaimana engkau telah mentartilkannya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad)
Tidak terdapat amalan istimewa atau tertentu yang dikhususkan untuk bisa dirayakan pada bulan Safar baik itu dalam ayat-ayat Al-Quran, sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa sallam, sahabat maupun para salafushshalihin. Amalan di bulan Safar sama halnya dengan amalan harian yang juga diamalkan pada bulan lainnya. Sedangkan kepercayaan tentang masalah sial atau bala merupakan kepercayaan dari orang jahiliyyah sebelum Islam datang seperti contohnya mandi di sungai atau di pantai pada bulan Safar yang berkaitan dengan kepercayaan nenek moyang terdahulu dan juga berkaitan dengan upacara keagamaan Hindu.

“Tiada wabah dan tiada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan bulan Safar dan larilah (jauhkan diri) daripada penyakit kusta sebagaimana kamu melarikan diri dari seekor singa.” (HR.  Bukhari)

Demikian penjelasan terkait beberapa keutamaan bulan safar yang bisa diamalkan umat Islam agar mendapatkan rahmat di Yaumul akhir nanti. Semoga bermanfaat.



*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

Pesan Harapan Ronaldo bagi Anak-Anak Korban Perang Suriah

Madrid - Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, secara emosional mengirim pesan kepada anak-anak korban perang di Suriah. Melalui akun Twitter pribadinya, Ronaldo mengunggah video yang berisi pesan kepada anak-anak di Aleppo, Suriah.

Selama empat tahun lebih konflik terjadi di Suriah hingga membuat ribuan orang menjadi korban, tak terkecuali anak-anak. Tidak sedikit anak-anak kehilangan orang tua, saudara, atau teman bermainnya.
 
Akibat perang, sekolah juga menjadi hal sulit dijalani bagi anak-anak Suriah. Jutaan orang pun mengungsi ke luar Suriah demi mendapat suaka dari negara-negara lain.

Masa depan anak-anak Suriah menjadi sorotan dunia selama perang berlangsung. Sebagai Duta Perlindungan Anak-anak Dunia, Ronaldo merasakan empati yang begitu besar terhadap penderitaan anak-anak di Suriah.

Ronaldo diketahui sering menyumbang dana maupun materi demi membantu anak-anak korban perang di Suriah. Perhatian besar diberikan kapten Timnas Portugal itu dengan meminta anak-anak Suriah tidak kehilangan harapan.

"Ini untuk anak-anak di Suriah. Kami tahu kalian begitu sangat menderita. Saya memang pemain (sepakbola) yang sangat terkenal, tapi kalian adalah pahlawan sejati," tutur Ronaldo dalam video di akun Twitter @Cristiano.

"Jangan pernah kehilangan harapan. Dunia bersama kalian. Kami peduli kepada kalian. Saya ada bersama kalian," ungkap mantan pemain Manchester United ini.

Sebelum memberikan empati atas peristiwa yang terjadi Suriah, Ronaldo juga sempat membantu korban-korban konflik di Palestina dan bencana tsunami di Aceh. Dia tidak segan berbagi kebahagian untuk para korban di berbagai negara.
 

 
--------------------------------------------------------------------------------------------

Apabila ada hal-hal yang ingin ditanyakan, silahkan hubungi saya di :

Semoga Bermanfaat :)

Note :
Jangan Lupa INVITE PIN Saya 4DF4DC04, agar kita bisa berteman dan saling berbagi Ilmu Yang Bermanfaat :) Aamiin
Yuk kita saling bersilaturahmi, Invite 4DF4DC04

 

5 Ciri Muslimah yang Cocok Dijadikan Pendamping Hidup Menurut Islam

5 Ciri Muslimah yang Cocok Dijadikan Pendamping Hidup Menurut Islam

Muslimah yang Cocok Dijadikan Pendamping Hidup – Salah satu kunci kebahagiaan hidup dalam agama Islam adalah mengikuti seluruh panutan – panutan yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kitab suci Al-Qur’an dan juga Al-Hadits. Ketika kita mengikuti setiap panutan yang ada dalam dua kitab tersebut, insyaAllah setiap hal yang kita usahakan akan menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat baik untuk diri kita maupun untuk orang – orang di sekitar kita.

Nah, berbicara mengenai mengikuti panutan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, berikut merupakan beberapa kriteria wanita yang cocok untuk dijadikan pendamping hidup yang sesuai dengan Al-Qur’an dan juga Hadits nabi :

5 Ciri Muslimah yang Cocok Dijadikan Pendamping Hidup Menurut Islam

5 Ciri Muslimah yang Cocok Dijadikan Pendamping Hidup

Penuh Cinta Kasih
Ciri pertama muslimah yang cocok untuk dijadikan pendamping hidup menurut Islam adalah muslimah yang penuh cinta dan kasih. Hal ini seperti apa yang ada dalam Al-Qur’an, dimana Allah berfirman, yang artinya : “Dan di antara tanda – tanda kekuasaannya, Dia ciptakan untuk kalian istri – istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-ruum : 21).

Subur
Ciri ke dua wanita yang cocok untuk dijadikan pendamping hidup menurut Islam adalah wanita yang subur. Hal ini senada dengan apa yang ada di dalam sebuah hadits, dimana Rasulullah SAW pernah bersabda, yang artinya : “Menikahlah dengan wanita – eanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak.”

Masih Gadis
Ciri ke tiga wanita yang cocok untuk dijadikan pendamping hidup menurut agama Islam adalah wanita yang masih gadis. Hal ini seperti apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad dalam sebuah riwayat, dimana dikisahkan jika Nabi Muhammad SAW pernah bertanya kepada Jabir R.A : “Apakah kamu menikahi gadir atau seorang janda?” Jabir R.A pun lantas menjawab pertanyaan Rasul tersebut : “Seorang janda wahai Rasul.” Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat mencumbuimu?”

Berasal dari Keturunan yang Jelas
Ciri ke empat wanita yang cocok untuk dijadikan pendamping hidup menurut agama Islam adalah wanita yang berasal dari keturunan yang jelas. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda, yang artinya : “Wanita itu dinikahi karena empat hal : karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka Pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari Muslim)

Taat Beragama
Ciri ke lima wanita yang cocok untuk dijadikan sebagai instri menurut agama islam adalah wanita yang taat dalam beragama. Hal seperti apa yang telah diterangkan oleh hadits dalam poin nomer empat di atas. Tidak hanya itu, dalam Surah An-Nisa Ayat 34, Allah berfirman yang artinya : “Sebab itu, maka wanita – wanita yang shalih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak berada di tempat. Oleh karena Allah telah memlihara mereka...”. (QS. An-Nisa : 34).
 
Itulah 5 ciri muslimah yang cocok untuk dijadikan sebagai istri atau pun pendamping hidup menurut Islam. Jadi, jika Anda melihat lima kriteria tersebut di beberapa sosok muslimah yang ada di sekitar Anda, maka jangan pernah ragu untuk langsung mempersuntingnya. Dan perlu diingat, kriteria di atas bukanlah kriteria wanita yang cocok untuk dijadikan sebagai pacar. Hal ini dikarenakan tidak ada kata pacaran dalam Agama Islam. Dan perlu dicamkan, Aktivitas pacaran merupakan salah satu aktivitas pemicu perbuatan zina yang sangat dimurkahi oleh Allah. Maka dari itu, segeralah menikah dan jauhilah aktivitas pacaran.
 
--------------------------------------------------------------------------------------------

Apabila ada hal-hal yang ingin ditanyakan, silahkan hubungi saya di :

Semoga Bermanfaat :)

Note :
Jangan Lupa INVITE PIN Saya 4DF4DC04, agar kita bisa berteman dan saling berbagi Ilmu Yang Bermanfaat :) Aamiin
Yuk kita saling bersilaturahmi, Invite 4DF4DC04

 

10 Macam Dosa Besar Menurut Islam

Macam Dosa Besar Menurut Islam

Dosa adalah tindakan yang melanggar norma atau aturan yang telah ditetapkan Allah.

sahabat dunia islam sebagai manusia biasa kita tidak luput dari dosa, sesungguhnya Allah SWT maha pengampun sehingga allah memaafkan dosa yang telah di perbuat hambanya jika bertaubat.
Namun sebagai orang beriman kita juga harus menjauhi Dosa Dosa Besar, karena dosa besar hanya bisa di tebus dengan hukuman yang sangat erat. Dan semoga kita jangan sampai melakukan dosa yang paling besar yang tidak bisa i maafkan yaitu berbuat syirik.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas 10 Macam Dosa Besar Menurut Islam yang harus kita hindari dan tinggalkan.
  1. Syirik (Menyekutukan Allah SWT)
Syirik menurut bahasa berarti syarikat atau sekutu . menurut istilah tauhid adalah perbuatan menyekutukan allah swt dengan sesuatu selainnya yang seharusnya hanya di tujukan kepada allah swt , orangyang melakukannya disebut dengan musyrik. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (An Nisaa: 48).
Dan Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga”. (Al Maidah: 72)
  1. Berputus asa dari mendapatkan rahmat Allah SWT
Berputus asa dari rahmat Allah SWT merupakan sifat orang-orang sesat dan pesimis terhadap karunia-Nya merupakan sifat orang-orang kafir. Karena mereka tidak mengetahui keluasan rahmat Rabbul ‘Aalamiin. Siapa saja yang jatuh dalam perbuatan terlarang ini berarti ia telah memiliki sifat yang sama dengan mereka. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.(Yusuf: 87).
  1. Merasa aman dari ancaman Allah SWT
Tentang hal ini Allah SWT berfirman: “Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (Al A’raaf: 99)
  1. Berbuat durhaka kepada kedua orang tua
Orang yang paling banyak jasanya dan paling dekat dengan kita adalah kedua orang tua kita, seseorang yang durhaka termasuk dosa besar. Perbuatannya antara lain membentak, menghardik, berkata tidak sopan dan lain-lain. Karena Allah SWT mensifati orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya sebagai orang yang jabbaar syaqiy ‘orang yang sombong lagi celaka’. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

“Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka”. (Maryam: 32).
  1. Membunuh
Hak-hak yang paling utama bagi setiap manusia yang dijamin pula oleh Islam adalah hak hidup, hak pemilikan, hak pemeliharaan kehormatan, hak kemerdekaan, hak persamaan, dan hak menuntut ilmu pengetahuan. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya”. (An Nisaa: 93).
  1. Menuduh wanita baik-baik berbuat zina
Tentang hal ini Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar”. (An Nuur: 23)
  1. Memakan riba
Tentang hal ini Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila”. (Al Baqarah: 275)
  1. Lari dari medan pertempuran
Maksudnya, saat kaum Muslimin diserang oleh musuh mereka, dan kaum Muslimin maju mempertahankan diri dari serangan musuh itu, kemudian ada seseorang individu Muslim yang melarikan diri dari pertempuran itu. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

“Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya”. (Al Anfaal: 16)
  1. Memakan harta anak yatim
Memakan harta anak yatim hukumnya haram dan termasuk dosa besar. Banyak ayat AL-QUR’AN menjelaskan kepada kaum muslimin untuk membantu mengasuh dan mendidik anak yatim, apabila anak yatim dianiyaya dengan cara memakan hartanya, maka itu termasuk dosa besar. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”. (An Nisaa: 10)
  1. Berbuat zina
Asusila adalah perbuatan atau tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma atau kaidah kesopanan yangsaat ini cenderung banyak terjadi di kalangan masyarakat, terutama remaja. Islam dengan Al Qur’an dan sunah telah memasang bingkai bagi kehidupan manusia agar menjadi kehidupan yang indah an bersih dari kerusakan moral. ini dia Balasan Dosa Zina Di Dunia Dan Akherat.  Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

“Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu”. (Al Furqaan: 68-69)

Di dalam al quran di sebutkan bahwa Allah akan mengampunkan semua dosa kecuali syirik artinya dengan taubat nashuha dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tsb insya Allah akan diampunkan dan apabila dosa yang berkaitan dengan manusia misalnya kedzoliman maka harus meminta maaf kepada orang di dzolimi. 

Semoga bermanfaat

--------------------------------------------------------------------------------------------

Apabila ada hal-hal yang ingin ditanyakan, silahkan hubungi saya di :

Semoga Bermanfaat :)

Note :
Jangan Lupa INVITE PIN Saya 4DF4DC04, agar kita bisa berteman dan saling berbagi Ilmu Yang Bermanfaat :) Aamiin
Yuk kita saling bersilaturahmi, Invite 4DF4DC04


Bolehkah Ada Dua Shalat Berjamaah Bersamaan dalam Satu Masjid




Bolehkah Ada Dua Shalat Berjamaah Bersamaan dalam Satu Masjid

Sahabat dunia islam, Shalat Berjamaah Bersamaan lebih baik dari pada shalat sendirian. Allah SWT memberikan pahala berlipat ganda dan banyak bonus kepada orang yang melakukan shalat jama’ah. Terlebih lagi bila shalat tersebut dilakukan di masjid. Sampai saat ini semangat umat Islam untuk meramaikan masjid dengan shalat jama’ah masih sangat tinggi. Hal tersebut terlihat di sebagian besar masjid perkotaan maupun pedesaan.

Beberapa kali ditemukan di sebagian masjid adanya beberapa jama’ah dalam satu masjid. Ini biasanya terjadi pada saat makmum datang terlambat dan tidak sempat mengikuti shalat bersama imam tetap masjid tersebut. Akhirnya dia memilih orang lain atau dirinya sendiri untuk mengimami shalat. Namun pada saat yang sama, sebagian yang lain juga mendirikan shalat jama’ah. Padahal keduanya masih berada dalam satu masjid.

Syekh Wahbah Az-Zuhayli dalam kitabnya Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menjelaskan:

ويكره تعدد الجماعات في وقت واحد، لما فيه من التشويش

Artinya, “Dimakruhkan mendirikan beberapa shalat berjama’ah dalam satu waktu (satu masjid) karena dapat menganggu (jama’ah lain).”

Pelaksanaan dua shalat jama’ah dalam satu masjid hukumnya makruh menurut Syekh Wahbah Salah seorang ulama Ahlussunnah asal Suriah. Dihukumi makruh karena dapat menganggu pelaksanaan jamaah shalat lainnya. Dengan demikian, alangkah baiknya dalam satu masjid tidak terdapat dua shalat jama’ah.

Bagi orang yang ingin shalat di masjid seyogianya tidak membuat jama’ah baru dan mengikuti shalat jama’ah yang sedang berlangsung. Apabila tetap bersikukuh membuat jama’ah baru, lebih baik dilakukan di luar masjid atau menunggu jama’ah lain selesai melaksanakan shalat. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Sumber : NU.or.id

--------------------------------------------------------------------------------------------

Apabila ada hal-hal yang ingin ditanyakan, silahkan hubungi saya di :

Semoga Bermanfaat :)

Note :
Jangan Lupa INVITE PIN Saya 4DF4DC04, agar kita bisa berteman dan saling berbagi Ilmu Yang Bermanfaat :) Aamiin
Yuk kita saling bersilaturahmi, Invite 4DF4DC04

Fakta-Fakta Unik Berkaitan dengan Gerhana Matahari Total

fakta-unik-gerhana-matahari-total


asyadadmubarok.blogspot.com– Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) hari ini menjadi topik yang paling hangat di social media baik Twitter, Facebook, Instagram dll.  Peristiwa ini mempunyai daya tarik tersendiri. Berikut fakta menarik tentang Gerhana Matahari Total:
  1. Jupiter akan Sejajar dengan Bumi saat Gerhana Matahari Total
GMT yang berlangsung hari ini memiliki barisan yang sama dengan Planet Jupiter. Dalam halaman KTUU, dilaporkan bahwa Planet Raksasa itu akan berada satu garis dengan Bumi dan Matahari sebelum GMT muncul di wilayah Asia Tenggara. Bahkan, warga Alaska berkesempatan meihat posisi strategis tersebut. Jupiter akan terlihat lebih besar karena berada di titik terdekat dengan Bumi. Posisi Jupiter memang sempat mendominasi langit Bumi selama satu bulan terakhir.
  1. Ada Berbagai Cara Melihat Gerhana Matahari Total
Berbagai cara dapat digunakan agar bisa menyaksikan Gerhana Matahari Total hari ini. Uniknya, warga Kota Manado, Sulawesi Utara, menggunakan ember yang berisi air untuk bisa melihat fenomena alam langka ini. Pukul 08.45, warga Kecamatan Mapanget, misalnya, berbondong-bondong membawa seember air ke luar rumah. Suasana yang tiba-tiba gelap menandakan puncak GMT sudah dekat. Proses Gerhana Matahari Total dilihat melalui pantulannya di air karena warga tidak mendapat kacamata untuk melihat GMT dan sangat berbahaya untuk melihat secara langsung. Bukan hanya ember yang berisi air, warga juga menggunakan foto rontgen untuk melihat fenomena tersebut.
  1. Khoirul Anwar, Pemegang Paten Teknologi 4G LTE Asal Kediri
Gerhana Matahari Total, selain menjadi topik hangat di dunia juga sangat ramai diberitakan di Indonesia. Masyarakat bersama-sama mengupload foto yang mereka ambil melalui sarana elektronik. Untuk kegiatan itu, berbagai operator seluler bersaing untuk memberikan fasilitas 4G LTE yang terbaik untuk para konsumennya. Di balik munculnya 4G LTE, ada peran dari seorang Ilmuwan berkebangsaan Indonesia, Khoirul Anwar. Beliau adalah seorang peneliti dari Kediri yang mengembangkan teknologi 4G LTE dan telah mendapat hak paten dari Jepang dan Amerika.
Mengutip informasi dari laman Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST), Selasa (8/3/2016), teknologi yang dikembangkan Khoirul berasal dari disertasi doktoralnya yang berjudul “Peak Power Reduction for Multicarrier Systems in Satellite and Radio Communications”. Teknologi tersebut kemudian diadopsi menjadi standar International Telecommunication Union-Recomendation (ITU-R) S.1878 dan S.2173, yakni “Multi-carrier Based Transmission Techniques for Satellite Systems”.

Konsep inilah yang digunakan sebagai basis teknologi 4G LTE. Selain itu, penelitian wisudawan ITB terbaik ini banyak berkutat pada teori informasi jaringan, pengodean kerusakan, berulang, jaringan superpadat serta konferensi di area komunikasi nirkabel.

Note :
Jangan Lupa INVITE PIN Saya 5D82419E, agar kita bisa berteman dan saling berbagi Ilmu Yang Bermanfaat :) Aamiin
Yuk kita saling bersilaturahmi, Invite 5D82419E

Muhammad al-Fatih, Penakluk Konstantinopel


Muhammad al-Fatih adalah salah seorang raja atau sultan Kerajaan Utsmani yang paling terkenal. Ia merupakan sultan ketujuh dalam sejarah Bani Utsmaniah. Al-Fatih adalah gelar yang senantiasa melekat pada namanya karena dialah yang mengakhiri atau menaklukkan Kerajaan Romawi Timur yang telah berkuasa selama 11 abad.

Sultan Muhammad al-Fatih memerintah selama 30 tahun. Selain menaklukkan Binzantium, ia juga berhasil menaklukkan wilayah-wilayah di Asia, menyatukan kerajaan-kerajaan Anatolia dan wilayah-wilayah Eropa, dan termasuk jasanya yang paling penting adalah berhasil mengadaptasi menajemen Kerajaan Bizantium yang telah matang ke dalam Kerajaan Utsmani.

Karakter Pemimpin Yang Ditanamkan Sejak Kecil

Muhammad al-Fatih dilahirkan pada 27 Rajab 835 H/30 Maret 1432 M di Kota Erdine, ibu kota Daulah Utsmaniyah saat itu. Ia adalah putra dari Sultan Murad II yang merupakan raja keenam Daulah Utsmaniyah.
Sultan Murad II memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anaknya. Ia menempa buah hatinya agar kelak menjadi seorang pemimpin yang baik dan tangguh. Perhatian tersebut terlihat dari Muhammad kecil yang telah menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz, mempelajari hadis-hadis, memahami ilmu fikih, belajar matematika, ilmu falak, dan strategi perang. Selain itu, Muhammad juga mempelajari berbagai bahasa, seperti: bahasa Arab, Persia, Latin, dan Yunani. Tidak heran, pada usia 21 tahun Muhammad sangat lancar berbahasa Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani, luar biasa!

Walaupun usianya baru seumur jagung, sang ayah, Sultan Murad II, mengamanati Sultan Muhammad memimpin suatu daerah dengan bimbingan para ulama. Hal itu dilakukan sang ayah agar anaknya cepat menyadari bahwa dia memiliki tanggung jawab yang besar di kemudian hari. Bimbingan para ulama diharapkan menjadi kompas yang mengarahkan pemikiran anaknya agar sejalan dengan pemahaman Islam yang benar.

Menjadi Penguasa Utsmani

Sultan Muhammad II diangkat menjadi Khalifah Utsmaniyah pada tanggal 5 Muharam 855 H bersamaan dengan 7 Febuari 1451 M. Program besar yang langsung ia canangkan ketika menjabat sebagai khalifah adalah menaklukkan Konstantinopel.

Langkah pertama yang Sultan Muhammad lakukan untuk mewujudkan cita-citanya adalah melakukan kebijakan militer dan politik luar negeri yang strategis. Ia memperbarui perjanjian dan kesepakatan yang telah terjalin dengan negara-negara tetangga dan sekutu-sekutu militernya. Pengaturan ulang perjanjian tersebut bertujuan menghilangkan pengaruh Kerajaan Bizantium Romawi di wilayah-wilayah tetangga Utsmaniah baik secara politis maupun militer.

Menaklukkan Bizantium

Sultan Muhammad II juga menyiapkan lebih dari 4 juta prajurit yang akan mengepung Konstantinopel dari darat. Pada saat mengepung benteng Bizantium banyak pasukan Utsmani yang gugur karena kuatnya pertahanan benteng tersebut. Pengepungan yang berlangsung tidak kurang dari 50 hari itu, benar-benar menguji kesabaran pasukan Utsmani, menguras tenaga, pikiran, dan perbekalan mereka.

Pertahanan yang tangguh dari kerajaan besar Romawi ini terlihat sejak mula. Sebelum musuh mencapai benteng mereka, Bizantium telah memagari laut mereka dengan rantai yang membentang di semenanjung Tanduk Emas. Tidak mungkin bisa menyentuh benteng Bizantium kecuali dengan melintasi rantai tersebut.
Akhirnya Sultan Muhammad menemukan ide yang ia anggap merupakan satu-satunya cara agar bisa melewati pagar tersebut. Ide ini mirip dengan yang dilakukan oleh para pangeran Kiev yang menyerang Bizantium di abad ke-10, para pangeran Kiev menarik kapalnya keluar Selat Bosporus, mengelilingi Galata, dan meluncurkannya kembali di Tanduk Emas, akan tetapi pasukan mereka tetap dikalahkan oleh orang-orang Bizantium Romawi. Sultan Muhammad melakukannya dengan cara yang lebih cerdik lagi, ia menggandeng 70 kapalnya melintasi Galata ke muara setelah meminyaki batang-batang kayu. Hal itu dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, tidak sampai satu malam.

Di pagi hari, Bizantium kaget bukan kepalang, mereka sama sekali tidak mengira Sultan Muhammad dan pasukannya menyeberangkan kapal-kapal mereka lewat jalur darat. 70 kapal laut diseberangkan lewat jalur darat yang masih ditumbuhi pohon-pohon besar, menebangi pohon-pohonnya dan menyeberangkan kapal-kapal dalam waktu satu malam adalah suatu kemustahilan menurut mereka, akan tetapi itulah yang terjadi.


Tanduk Emas atau Golden Horn
Tanduk Emas atau Golden Horn, di Istanbul, Turki.
Peperangan dahsyat pun terjadi, benteng yang tak tersentuh sebagai simbol kekuatan Bizantium itu akhirnya diserang oleh orang-orang yang tidak takut akan kematian. Akhirnya kerajaan besar yang berumur 11 abad itu jatuh ke tangan kaum muslimin. Peperangan besar itu mengakibatkan 265.000 pasukan umat Islam gugur. Pada tanggal 20 Jumadil Awal 857 H bersamaan dengan 29 Mei 1453 M, Sultan al-Ghazi Muhammad berhasil memasuki Kota Konstantinopel. Sejak saat itulah ia dikenal dengan nama Sultan Muhammad al-Fatih, penakluk Konstantinopel.

Saat memasuki Konstantinopel, Sultan Muhammad al-Fatih turun dari kudanya lalu sujud sebagai tanda syukur kepada Allah. Setelah itu, ia menuju Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan menggantinya menjadi masjid. Konstantinopel dijadikan sebagai ibu kota, pusat pemerintah Kerajaan Utsmani dan kota ini diganti namanya menjadi Islambul yang berarti negeri Islam, lau akhirnya mengalami perubahan menjadi Istanbul.
Selain itu, Sultan Muhammad al-Fatih juga memerintahkan untuk membangun masjid di makam sahabat yang mulia Abu Ayyub al-Anshari radhiallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang wafat saat menyerang Konstantinopel di zaman Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan radhiallahu ‘anhu.

Apa yang dilakukan oleh Sultan Muhammad tentu saja bertentangan dengan syariat, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

 أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوْا يَتَّخِذُوْنَ قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيْهِمْ مَسَاجِدَ، أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُوْرَ مَسَاجِدَ، إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ.

“… Ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat-umat sebelum kamu telah menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai tempat ibadah, tetapi janganlah kamu sekalian menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, karena aku benar-benar melarang kamu melakukan perbuatan itu.” (HR. HR. Muslim no.532)
Kekeliruan yang dilakukan oleh Sultan Muhammad tidak serta-merta membuat kita menafikan jasa-jasanya yang sangat besar. Semoga Allah mengampuni kesalahan dan kekhilafannya beliau rahimahullah.

Setelah itu rentetat penaklukkan strategis dilakukan oleh Sultan Muhammad al-Fatih; ia membawa pasukannya menkalukkan Balkan, Yunani, Rumania, Albania, Asia Kecil, dll. bahkan ia telah mempersiapkan pasukan dan mengatur strategi untuk menaklukkan kerajaan Romawi di Italia, akan tetapi kematian telah menghalanginya untuk mewujudkan hal itu.

Peradaban Yang Dibangun Pada Masanya

Selain terkenal sebagai jenderal perang dan berhasil memperluas kekuasaan Utsmani melebihi sultan-sultan lainnya, Muhammad al-Fatih juga dikenal sebagai seorang penyair. Ia memiliki diwan, kumpulan syair yang ia buat sendiri.

Sultan Muhammad juga membangun lebih dari 300 masjid, 57 sekolah, dan 59 tempat pemandian di berbagai wilayah Utsmani. Peninggalannya yang paling terkenal adalah Masjid Sultan Muhammad II dan Jami’ Abu Ayyub al-Anshari

Wafatnya Sang Penakluk 

Pada bulan Rabiul Awal tahun 886 H/1481 M, Sultan Muhammad al-Fatih pergi dari Istanbul untuk berjihad, padahal ia sedang dalam kondisi tidak sehat. Di tengah perjalanan sakit yang ia derita kian parah dan semakin berat ia rasakan. Dokter pun didatangkan untuk mengobatinya, namun dokter dan obat tidak lagi bermanfaat bagi sang Sultan, ia pun wafat di tengah pasukannya pada hari Kamis, tanggal 4 Rabiul Awal 886 H/3 Mei 1481 M. Saat itu Sultan Muhammad berusia 52 tahun dan memerintah selama 31 tahun. Ada yang mengatakan wafatnya Sultan Muhammad al-Fatih karena diracuni oleh dokter pribadinya Ya’qub Basya, Allahu a’lam.

Tidak ada keterangan yang bisa dijadikan sandaran kemana Sultan Muhammad II hendak membawa pasukannya. Ada yang mengatakan beliau hendak menuju Itali untuk menaklukkan Roma ada juga yang mengatakan menuju Prancis atau Spanyol.

Sebelum wafat, Muhammad al-Fatih mewasiatkan kepada putra dan penerus tahtanya, Sultan Bayazid II agar senantiasa dekat dengan para ulama, berbuat adil, tidak tertipu dengan harta, dan benar-benar menjaga agama baik untuk pribadi, masyarakat, dan kerajaan.

Semoga Allah membalas jasa-jasamu wahai Sultan Muhammad al-Fatih…

Sumber: islamstory.com

Bersegeralah, Pintu Taubat Masih Terbuka

Allah menerima taubat seorang hamba, selama ruhnya belum sampai di kerongkongannya, demikian bunyi hadits 



Bersegeralah, Pintu Taubat Masih Terbuka

SADAR atau tidak, kita pernah atau bahkan sering melakukan kesalahan dan dosa. Tidak seorangpun yang luput dari noda dosa, baik sengaja maupun tidak. Rasulullah saw bersabda, “Setiap anak Adam ada kesalahan (dosa), dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat.”
Meskipun demikian, Allah Subhanahu wa-ta’ala (سبحانه و تعالى‎) Maha Pengampun. Dengan rahmat-Nya, Allah Subhanahu wa-ta’ala (سبحانه و تعالى‎) memberi peluang bagi orang yang berbuat dosa untuk bertaubat kepada-Nya. Betapa pun banyak dosa yang kita lakukan dan sebesar apapun dosa tersebut, bila kita bertaubat dan memohon ampun kepada Allah, maka Dia akan mengampuninya.

Allah berfirman;

وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللّهِ يَجِدْ فِي الأَرْضِ مُرَاغَماً كَثِيراً وَسَعَةً وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِراً إِلَى اللّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلى اللّهِ وَكَانَ اللّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

“Katakanlah, “Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (az-Zumar: 54). Allah Swt juga berfirman, “Dan barangsiapa berdosa atau menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampun, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun.” (an-Nisa’: 110).

Dikecualikan dosa syirik, Allah Subhanahu wa-ta’ala (سبحانه و تعالى‎) tidak akan mengampuninya. Allah berfirman;

نَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selainnya itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (An-Nisa’: 48 dan 116).

Kewajiban Bertaubat Kepada Allah SWT

Hanya Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassalam yang ma’shum (suci), karena beliau dijaga Allah Swt dari dosa dan maksiat. Dosa-dosa beliau telah diampuni oleh Allah, baik yang terdahulu maupun akan datang. Beliau adalah sosok manusia yang paling bertakwa dan mendapat jaminan masuk surga. Walaupun demikian, Rasulullah tetap beristighfar dan bertaubat kepada Allah setiap harinya seratus kali, sebagaimana sabdanya: “Demi Allah, sesungguhnya saya beristighfar dan bertaubat kepada Allah Subhanahu wa-ta’ala (سبحانه و تعالى‎) dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR. Bukhari).

Dalam riwayat lain, beliau bersabda: “Wahai manusia, bertaubatlah pada Allah Swt dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya saya bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.” (HR. Muslim).
Ada beberapa pelajaran penting yang dapat kita petik dari kedua hadits diatas:
Pertama, kedua hadits tersebut merupakan dalil atas wajibnya bertaubat, karena Nabi saw memerintahkannya.

Kedua, hadits ini menjadi dalil bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam adalah orang yang paling kuat ibadahnya kepada Allah Subhanahu wa-ta’ala dan paling bertakwa.

Ketiga, hadits ini menunjukkan bahwa Rasul adalah guru kebaikan dengan lisan dan perbuatannya. Namun demikian, beliau senantiasa memohon ampun kepada Allah dan menyuruh manusia agar membaca istighfar, hingga mereka meneladani beliau dalam menjalankan perintah dan mengikuti sunnahnya.

Keempat, ini merupakan kesempurnaan nasihat Rasulullah kepada ummatnya. Maka kita juga harus meneladani beliau, yaitu jika kita menyuruh manusia dengan suatu perintah, maka kita harus melaksanakannya terlebih dahulu. Sebaiknya jika kita melarang mereka dari sesuatu, maka kitapun harus menjadi orang yang pertama yang menghindari larangan tersebut, karena ini adalah hakikat seorang da’i kepada Allah, bahkan inilah hakikat dakwah kepada Allah, yaitu melaksanakan apa yang kita perintahkan dan meninggalkan apa yang kita larang darinya.

Menurut Dr. Musthafa Bugha, Rasulullah mengajarkan dan mendorong ummatnya untuk selalu beristighfar dan bertaubat seperti dirinya, karena dengan rutinitas beristighfar dan bertaubat ini akan menghapus dosa-dosa yang kadangkala dilakukan oleh seorang manusia tanpa disadari. Kemudian, hadits tersebut tidak bermaksud jumlah tertentu dalam istighfar, namun yang ditegaskan adalah kualiti dan kuantitas istighfar, sesuai dengan kemampuan masing-masing kita.” (Nuzhatul Muttaqin, 1/ 31).

Dosa yang kita lakukan pun beragam macam dan kadarnya, bisa berupa dosa kecil maupun dosa besar. Tergantung jenis maksiat yang kita lakukan. Terkadang kita menyakiti hati saudara kita dengan cacian, ghibah dan fitnah. Kadang pula kita menyalahi amanah (khianat) terhadap jabatan kita dan mengambil hak orang lain dengan cara yang bathil (korupsi, menyuap, mencuri dll). Kita juga pernah berdusta, manipulasi, dan sebagainya. Kitapun pernah tidak shalat, puasa dan membayar zakat. 

Dalam kondisi berlumuran dosa ini, wajib hukumnya bagi kita untuk bertaubat kepada Allah. Kewajiban ini Allah sebutkan dalam al-Quran (an-Nur: 3, Ali Imran: 33, at-Tahrim: 8).

Syarat-Syarat Taubat

Agar taubat kita diterima Allah Subhanahu wa-ta’ala, maka harus memenuhi kriteria tertentu. Jika dosa itu berkaitan dengan Allah Subhanahu wa-ta’ala, maka taubat yang sejati itu harus memenuhi tiga kriteria:
Pertama; meninggalkan kemaksiatan tersebut.

Kedua; menyesali perbuatannya. Ketiga; bertekad untuk tidak mengulanginya lagi untuk selama-lamanya. Jika salah satu dari ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi, maka taubatnya itu tidak sah.

Jika dosa yang berkaitan dengan manusia, maka syaratnya ada empat, yaitu yang tiga sama dengan diatas dan ditambah menunaikan hak manusia. Jika hak itu berupa harta dan sebagainya, maka dia harus mengembalikannya. Jika hak itu berupa hukuman had qazf (tuduhan berzina), maka mintalah dihukum atau minta maaf. Dan jika kemaksiatan itu berupa ghibah, maka dia harus meminta maaf. (Riyadlus Shalihin, 46).

Taubat harus disertai dengan kejujuran, maka jika seseorang bertaubat kepada Allah, dia harus melepaskan diri dari dosa (Ali Imran: 135-136). Sedangkan orang yang bertaubat dengan lisan saja, sementara hatinya masih berniat mengerjakan maksiat atau meninggalkan kewajiban atau bertaubat dengan lisannya, sementara anggota tubuhnya terus berbuat maksiat, maka taubatnya tidak bermanfaat, bahkan taubatnya itu bisa dianggap menghina Allah.

Selain itu, bertaubat harus disertai dengan amal shalih. Karena dengan amal tersebut, dosa-dosa kita terhapus sebagaimana cahaya matahari menghilangkan kegelapan malam.

وَإِذَا جَاءكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلاَمٌ عَلَيْكُمْ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ أَنَّهُ مَن عَمِلَ مِنكُمْ سُوءاً بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِن بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Allah berfirman, “(Yaitu) barangsiapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertaubat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (al-An’am: 54).

Allah berfirman;

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً ثُمَّ اهْتَدَى

“Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertaubat, beriman dan beramal shalih (berbuat kebaikan), kemudian tetap dalam petunjuk.” (QS: Thaha: 82).

Kesempatan Untuk Bertaubat

Di antara bukti kasih sayang Allah Subhanahu wa-ta’ala yang paling agung untuk kita adalah Dia tetap memberi peluang dan kesempatan kepada kita untuk bertaubat dan kembali kepada-Nya, hingga saat ini. Tak peduli berapa lebarnya jarak yang memisahkan kita lakukan lewat kekeliruan dan dosa kepada-Nya. Allah Subhanahu wa-ta’ala ternyata tetap saja memberi kesempatan buat kita untuk menoleh dan kembali kepada-Nya. Tak peduli bagaimanapun legamnya hati kita oleh dosa kemaksiatan yang terus-menerus kita lakukan.

Kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali mendekat kepada-Nya itu ada pada kesempatan hidup yang Allah berikan pada kita hingga saat ini. Karena rentang kehidupan yang kita jalani sebenarnya adalah rentang pintu taubat yang tak mungkin tertutup kecuali hingga kehidupan kita berakhir. Disaat kita merasakan kerongkongan tercekik menghembuskan nafas terakhir, di sanalah pintu kesempatan kembali kita sudah tertutup. “Sesungguhnya Allah Swt menerima taubat seorang hamba, selama ruhnya belum sampai di kerongkongannya.” (HR. Tirmizi).

Kita harus terus waspada. Karena di antara gangguan dan bisikan syaitan kepada orang yang bertaubat adalah bisikan yang membesar-besarkan prilaku dosa dan kemaksiatan yang telah dilakukan hingga seseorang merasa lunglai dan percuma bertaubat. Sementara di sisi yang lain, syaitan juga menghembuskan bisikan untuk mengecil-ngecilkan dan menyepelekan dosa dan kemaksiatan, sehingga seseorang terus-menerus melakukan dosa dan kemaksiatan itu.

Dalam Fiqih syaitan, suasana putus asa yang memalingkan seseorang dari taubat, itu lebih utama daripada mendorong orang untuk melakukan dosa dan kemaksiatan. Apa sebabnya? Karena pelaku dosa dan kemaksiatan bisa saja bertaubat dan taubatnya diterima Allah swt. Tapi orang yang putus asa dari rahmat Allah dan tidak mau bertaubat, akan semakin jauh untuk kepada Allah.

Mungkin hal inilah yang menjadikan sebagian ulama berpendapat, tentang keutamaan seorang berilmu yang beribadah kepada Allah dengan ilmu dan pemahamannya, meski amal ibadahnya tidak terlalu banyak. Dibandingkan dengan seribu orang ahli ibadah yang menjalankan amal ibadah begitu banyak, tapi miskin ilmu. Pelaku ibadah yang berilmu, akan bersikap lebih keras dan lebih waspada terhadap gangguan syaitan, ketimbang mereka yang melakukan ibadah, tanpa ilmu. Itu karena, gangguan syaitan biasa mengelabui ahli ibadah yang lugu dari tipu syaitan.

Jika kita termasuk orang-orang yang sedang bertaubat kepada Allah Subhanahu wa-ta’ala waspadalah. Karena saat-saat itulah syaitan lebih meningkatkan intaiannya untuk masuk melalui sisi-sisi lengah dan celah kelemahan kita. Syaitan berupaya menghiasi hati kita untuk menjadi senang dan bangga dengan taubat, namun kemudian kita terpedaya menganggap bahwa pertarungan dengan nafsu sudah selesai. Kondisi seperti ini sangat berbahaya, karena bisa jadi tipuan seperti itu sulit diditeksi kecuali oleh mereka yang tajam mata batinnya karena keimanan. Dia-lah yang bisa membedakan, antara taubat yang sejati dan taubat palsu.
Boleh saja kita yang merasa suka cita dan gembira karena telah kembali kepada Allah swt. Sebagaimana Allah swt juga sangat suka cita menerima hamba-Nya yang kembali kepada-Nya (HR. Bukhari). Tapi, berhati-hatilah, dari kesenangan dan kegembiraan yang bisa menipu dan menjadikan kita tenang serta yakin dengan nasib di akhirat lalu merasa aman dari azab Allah.

Pertarungan dan kewaspadaan ini belum selesai, sampai kedua kaki kita menginjak surga. Dan kitapun tidak tahu apakah kelak akan masuk surga atau tidak.

Beristighfar dan bertaubatlah segera..! Jangan menunda taubat dan amal. Karena kitapun tidak tahu kapan maut menjemput kita, dimana pada saat itu pintu taubat telah ditutup. Maka gunakanlah pintu taubat selagi masih ada kesempatan, selama masih terbuka lebar bagi hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya.

Penulis adalah Dosen IAIN Ar-Raniry, kandidat Doktor (Ph.D) Ushul Fiqh, International Islamic University Malaysia (IIUM)

Inilah Salah Satu Alasan Kenapa Sulit Mengatasi Masalah

sulit mengatasi masalah

Apakah Anda Sulit Mengatasi Masalah?

Banyak yang bertanya kepada saya, baik via BBM, facebook, atau email yang bertanya cara mengatasi masalah mereka. Saya berusaha membantu siapa saja yang bertanya dengan baik-baik. Dari menjawab berbagai pertanyaan, banyak sekali pelajaran yang bisa saya share kepada Anda melalui tulisan ini. Tapi, saya akan fokus ke satu hal yang sangat penting untuk difahami jika Anda ingin menyelesaikan masalah.
Sehebat apa pun solusi yang diberikan, jika Anda tidak memahami, menerima, dan menerapkan satu hal ini, maka solusi itu tidak akan ada artinya.

Sering kali, solusi itu sederhana dan umum sekali. Artinya mungkin Anda dan kebanyakan orang sudah mengetahui solusi itu. Sayangnya, solusi yang diketahui bisa percuma jika satu hal ini belum difahami.

Cara Mengatasi Masalah Apa Pun Dengan Segera

Ups … Jika Anda tidak membaca pendahuluan langsung ke bagian ini, artinya Anda termasuk orang yang memiliki satu hal ini.
Apa itu?

Ingin mendapatkan solusi secara instan. Jika perlu tidak usaha bekerja dan hasilnya langsung datang dalam 1 atau 2 hari.

Ya, memang. Ada beberapa masalah yang harus diselesaikan sekarang juga. Mungkin dan Anda bisa mencari solusi mepet. Tapi biasanya, solusi mepet akan meninggalkan masalah baru berikutnya. Bisa saja jika diperlukan, artinya mengalihkan masalah.

Tapi saat ini saya tidak sedang bicara masalah seperti ini. Fokus pada masalah yang tidak sangat mepet untuk diselesaikan. Artinya masih ada waktu untuk menyelesaikan, tapi sayangnya banyak orang yang tidak mau menjalani proses untuk mengatasi masalah itu.

Jika Anda termasuk orang yang selalu mencari solusi instan, mulailah mengubah pikiran Anda, bahwa mengatasi solusi itu membutuhkan proses dan waktu. Mungkin juga biaya. Jika terus-menerus ingin mendapatkan solusi instan, bisa saja Anda malah menghabis kan waktu untuk memikirkan dan mencarinya tanpa mengambil tindakan menjalankan solusi yang sebenarnya sudah ada.

Beberapa Studi Kasus Umum

Mau memulai bisnis, tapi tidak punya modal.

Ini pertanyaan termasuk yang paling sering saya terima. Sebenarnya solusinya sudah umum, banyak yang sudah mengetahuinya. Bisa nabung, bisa kerja sama, bisa minta, atau bisa meminjam. Masalahnya untuk bisa mendapatkan modal butuh proses dan banyak yang tidak mau menjalankan proses itu.
Untuk menabung pasti butuh waktu dan kerja kerasa menyisihkan sebagian penghasilan saat ini. Ah lama, tidak mau.

Kerja sama dikatakan ribet, sulit mencari partner yang dipercaya, dan sebagainya. Tentu butuh proses. Tapi, tidak mau juga menjalin relasi dan menjajaki kerja sama dengan orang.
Meminta? Kepada siapa? Kepada keluarga, orang tua, atau kakak misalnya. Bisa sich tapi kecil, keluarga saya bukan orang kaya. Padahal dia bisa mengembangkan uang yang kecil itu. Tapi, tidak mau juga, ingin langsung besar.

Meminjam? Ah sulit, apalagi ke bank! Tentu saja, orang akan mau meminjamkan jika mereka percaya kepada Anda. Artinya butuh waktu dan proses untuk membangun kepercayaan. Sekali lagi, tidak mau menjalankan proses itu.

Saya sudah menulis lebih lengkap bagaimana cara mendapatkan modal disini. Tapi ingat, Anda harus bersedia menempuh waktu dan proses untuk mendapatkan modal itu.
Sebenarnya bisa saja memulai bisnis dengan modal seadanya, tapi sekali lagi akan membutuhkan proses. Sejauh mana Anda mau menjalani proses itu, solusi selalu ada.

Masalah Perasaan

Masalah lain yang juga kadang sulit diatasi adalah masalah perasaan. Baik ditinggalkan pacar, tidak mendapatkan sesuatu sesuai keinginan, dikecewakan orang lain, dan sebagainya.

Padahal solusinya mudah dan sudah ada di Al Quran (semua solusi ada di Al Quran):
“…. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu Tidak mengetahui.” [QS. Al Baqarah 2: 216]

Apa reaksi mereka setelah saya ingatkan ayat ini?

“Iya sich, tapi sulit.”

“Saya tau, tapi saya masih belum bisa menerima.”

“Tapi tetap saja, saya masih sakit hati.”

dan sebagainya.

Kita semua sadar, bahwa untuk melupakan perasaan yang negatif akan membutuhkan waktu. Akan ada proses yang harus dilalui. Tidak langsung melupakan dan langsung nyaman.

Anda akan dituntut untuk menjalani tahap demi tahap untuk memperbaiki perasaan Anda. Tegarkan diri Anda, bersyabarlah, dan bersyukurlah. Memang sulit, memang butuh waktu, tapi harus Anda lakukan.
Kalau mau atau merasa sangat parah, mungkin membutuhkan jasa yang berkaitan dengan terapi. Tapi setau saya, tidak juga dipastikan memberikan hasil yang instan. Butuh waktu untuk membenahi perasaan. Jalani saja, lama kelamaan Anda akan lebih nyaman lagi.

Begitu juga saya, saya pernah merasakan perasaan kecewa, marah, bahkan mungkin dendam. Awalnya sulit, tapi lama-lama juga perasaan itu bisa mudar.

Kesimpulan

Untuk mengatasi masalah itu sering kali membutuhkan proses dan waktu. Tidak menjamin akan ada solusi dengan sekejap. Butuh waktu, bahkan bisa saja untuk menemukan solusi itu sendiri Anda membutuhkan waktu. Untuk solusi yang sudah diketahui dan umum pun, cara mengatasi masalahnya bisa lama. Apalagi jika Anda belum mengetahui solusinya, akan dibutuhkan waktu untuk menemukan solusi.

Keshabaran sangat dibutuhkan untuk menemukan solusi DAN mengaplikasikan solusi itu.

Mudah-mudahan, Anda bisa mengatasi masalah sulit Anda.

Source : http://www.motivasi-islami.com

Kisah Masa Kecil Nabi Muhammad SAW

Kelahiran Nabi Muhammad
 
Nabi Muhammad dilahirkan di Mekah pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun gajah. Disebut tahun gajah karena pada saat itu Mekah diserang pasukan gajah yang dipimpin Abrahah al-Habasyi. Maksud penyerangan pasukan gajah Abrahah adalah untuk menghancurkan Ka'bah. Pada saat itu kaum Quraisy tidak dapat berbuat banyak untuk melawan pasukan Abrahah. Kaum Quraisy adalah suku yang paling banyak mendiami kota Mekah.

Pasukan Gajah

Namun atas kebesaran Allah, Ka'bah tetap utuh dan tidak dapat dihancurkan oleh Abrahah. Allah menurunkan burung ababil dari langit untuk menghancurkan pasukan gajah itu. Burung ababil tersebut melemparkan batu-batu yang panas kepada pasukan Abrahah. Seketika itu pula pasukan Abrahah hancur dan Ka'bah pun selamat. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an surah Al-Fill ayat 1 - 5.
Tidak jauh dari peristiwa penyerangan itu, ibunda Nabi Muhammad yang bernama Aminah binti Wahab akan melahirkan putranya. Pada saat melahirkan, Aminah tidak merasakan sakit seperti yang dirasakan wanita melahirkan lainnya. Bayi itu pun lahir dengan tersenyum dan tidak menangis. Selain itu, saat lahir, sang Bayi pun mengisyaratkan jarinya ke atas langit. Setelah itu, Bayi itu pun menelungkupkan mukanya seperti keadaan sujud kepada Tuhannya. Cahaya yang menenteramkan pun hadir menyelimuti proses kelahiran Sang Bayi.

Bayi tersebut kemudian oleh kakeknya yang bernama Abdul Muthalib diberi nama Muhammad yang artinya terpuji. Sejak lahir, Muhammad tidak sempat melihat ayahnya yang bernama Abdullah. Abdullah meninggal dunia saat Muhammad masih dalam kandungan.

Nabi Muhammad disusui oleh Halimah as-Sa'diyah

Telah menjadi kebiasan masyarakat Arab pada saat itu untuk mengirimkan bayi yang baru lahir ke pedalaman desa. Tujuan bayi itu dikirim ke pedalaman desa adalah agar bayi itu tumbuh di lingkungan yang baik. Salah satunya adalah bayi itu akan hidup dalam lingkungan yang orang-orangnya berbahasa dengan baik.

Dengan demikian, bayi yang dikirim ke pedalaman desa tidak disusui oleh ibu kandungnya. Namun, bayi tersebut akan disusui oleh perempuan lain. Begitu pula dengan Muhammad. Muhammad akhirnya disusui oleh Halimah as-Sa'diyah seorang perempuan dari kalangan Bani Sa'ad. Halimah as-Sa'diyah merupakan perempuan desa yang desanya pada waktu itu dilanda kekeringan. Saat desanya kesusahan itulah, Halimah pergi ke Mekah mencari bayi yang dapat disusuinya. Harapan Halimah waktu itu adalah menemukan bayi dari anak orang kaya yang akan memberikan upah yang banyak.

Setelah mencari ke sana ke mari, Halimah tidak menemukan bayi dari kalangan orang kaya. Halimah akhirnya menemukan bayi Muhammad. Waktu itu Halimah ragu untuk menyusui Muhammad karena Muhammad bukanlah anak dari orang kaya. Bahkan, Muhammad adalah anak yatim. Walaupun kakeknya adalah termasuk pemimpin di suku Quraisy, namun kakeknya tidak mempunyai harta yang melimpah.

Namun, saat akan menerima bayi Muhammad, terjadilah suatu keajaiban. Air susu Halimah yang pada saat itu hampir kering, akhirnya penuh dan mengalir dengan deras. Halimah pun akhirnya menerima Muhammad untuk disusuinya. Keajaiban pun berlanjut dan tidak berhenti disitu. Saat Halimah akan kembali ke Bani Sa'ad, Halimah mendekati untanya untuk dinaiki. Unta yang pada saat itu terlihat lemas dan tidak bertenaga seketika itu pula menjadi unta yang kuat dan berenergi. Saat tiba di desanya, keajaiban pun kembali hadir. Desanya yang sudah lama tidak dituruni hujan, akhirnya mendapatkan hujan yang memakmurkan. Hewan-hewan ternak menjadi gemuk dan sehat.

Bayi Muhammad disusui oleh Halimah selama dua tahun. Setelah dua tahun, Halimah pun mengembalikan Muhammad ke ibu kandungnya, Aminah. Dengan berat hati Halimah mengembalikan Muhammad. Bahkan, Halimah meminta untuk dapat mengurus Muhammad satu tahun lagi. Walaupun ragu, namun karena melihat ketulusan dan air mata Halimah, akhirnya Aminah mengabulkan permintaan Halimah. Aminah meminta Halimah untuk mengembalikan Muhammad pada tahun berikutnya.

Pada suatu hari, Muhammad bermain dengan putra Halimah yang merupakan saudara sesusuannya. Saat bermain, tiba-tiba putra Halimah pulang dengan ketakukan. Putra Halimah pun menceritakan perihal yang terjadi. Putra Halimah menceritakan bahwa telah ada dua orang laki-laki yang mendatangi Muhammah. Dua orang itu kemudian membaringkan Muhammad dan membelah dadanya. Halimah kemudian bercerita kepada suaminya. Suaminya pun langsung mencari Muhammad. Muhammad akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat walafiat. Muhammad pun menceritakan apa yang telah terjadi. Muhammad menceritakan bahwa ada dua orang laki-laki yang membelah dadanya dan mengambil sesuatu dari kalbunya kemudian mengembalikannya lagi. Peristiwa tersebut tercacat dalam sejarah dan dikenal dengan "peristiwa pembelahan dada" (syaqqisxsxodri).  Kedua laki-laki yang membelah dada Muhammad itu adalah malaikat. Malaikat itu mengeluarkan bagian dari kalbu manusia yang biasa dihuni oleh setan.

Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad

Setelah kembali kepada ibunya, Muhammad diasuh dengan kasih sayang. Muhammad tumbuh menjadi anak yang terpuji. Perilakunya berbeda dengan anak-anak lain seusianya. Selain ibunya, kakeknya pun sangat sayang kepada Muhammad, sebagai pengganti anaknya, Abdullah. Suatu hari, Muhammad yang berusia 6 tahun di ajak oleh ibunya untuk berziarah ke makam ayahnya. Selain itu, ibunya pun hendak mengenalkan Muhammad kepada saudara-saudaranya. Perjalanan mereka ditemani oleh Ummu Aiman. Ummu Aiman adalah seorang budak perempuan. Saat perjalanan pulang, Aminah mengalami sakit keras. Karena sakitnya itu, Aminah akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Aminah wafat dan kembali kepada Allah. Muhammad saat itu sangat sedih dan tak kuasa menahan air matanya. Belumlah lama Muhammad merasakan kasih sayang Ibunya, kini Ibunya telah berpulang ke Rahmatullah. Sekarang, Muhammad menjadi yatim piatu. Ummu Aiman yang pada saat itu menemani Muhammad memeluk Muhammad dan menangis.

Sesampainya di Mekah, Muhammad kemudian diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Kakeknya sangat menyayangi Muhammad. Kakeknya meratapi nasib Muhammad yang masih kecil sudah mengalami kepedihan yang begitu berat. Abdul Muthalib sangat mengistimewakan Muhammad. Muhammad diasuh dengan kasih sayang yang sangat besar. Namun, Muhammad tidak dapat merasakan kasih sayang kakeknya tersebut dalam waktu yang lama. Kakeknya akhirnya meninggal dunia ketika Muhammad berusia delapan tahun. Kepedihan dan kesedihan pun dirasakan kembali oleh Muhammad kecil. Sepeninggalan kakeknya, Muhammad kemudian diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib. Abu Thalib sangat mencintai Muhammad seperti anaknya yang lain, bahkan lebih. Begitu pula Fatimah, istri Abu Thalib, beliau pun sangat mencintai Muhammad.

Ketika usianya yang masih muda belia, semangat kerja keras dan keuletannya sudah muncul. Di saat anak-anak seusianya bermain dengan penuh suka cita, Muhammad dapat bekerja dan dapat membanggakan pamannya dan orang-orang di sekitarnya. Muhammad pun menjadi anak yang disayangi semua orang yang ada di sekitarnya. Suatu saat diceritakan ketika sedang menggembala kambing, Muhammad mendengar suara hiburan. Beliaupun meminta teman sesama penggembala untuk menjaga ternaknya, sedangkan beliau hendak melihat tempat suara itu. Ternyata, suara hiburan itu berasal dari perta pernikahan. Saat beliau hendak memasuki tempat itu, rasa kantuk yang amat sangat menghinggapinya sehingga beliau tertidur. Allah telah menjaga Muhammad untuk tidak menyaksikan hiburan. Saat terbangun, hiburan itu telah berakhir dan beliau pun kembali ke ternaknya.

Selain membantu Abu Thalib, Muhammad pun sering membantu yang lainnya. Muhammad suatu hari pernah membantu pamannya Abbas untuk memindahkan batu-batu kecil di sekitar Ka'bah. Pamannya waktu itu meminta Muhammad untuk meletakkan sarungnya di pundak agar tidak menghalangi langkah bekerjanya. Namun, Muhammad tidak melakukannya. Dengan demikian, tidak ada seorangpun yang dapat melihat auratnya. Suatu saat Abu Thalib hendak berdagang ke negeri Syam beserta rombongan yang lainnya. Abu Thalib tak kuasa meninggalkan Muhammad. Kemudian, Muhammad pun diajaknya membantu berdagang ke negeri Syam. Selama di perjalanan, keajaiban pun selalu mengikuti para rombongan dagang. Awan selalu menaungi Muhammad ke mana pun Muhammad berjalan. Dengan demikian, Muhammad tidak merasakan panasnya matahari.
Peristiwa tersebut disaksikan oleh seorang pendeta Nasrani yang bernama Bahira. Bahira merupakan pendeta yang sangat memahami injil dan taurat. Bahira pun sangat paham akan tanda-tanda kehadiran rasul akhir zaman. Bahira kemudian mengundang para rombongan dagang tersebut untuk makan bersamanya. Setelah melihat Muhammad, Bahira mengetahui bahwa ada tanda-tanda kenabian di dalam diri Muhammad. Kemudian, Bahira menanyakan perihal Muhammad kepada Abu Thalib.

Bahira kemudian bertanya kepada Abu Thalib. "Siapakah dia?"

Abu Thalib menjawab, "Dia anakku".

"Bukan, dia bukan anakmu, orang tuanya pastilah telah meninggal", kata Bahira.

"Memang benar, ayahnya telah meninggal ketika dia dalam kandungan. Selanjutnya, ibunya juga meninggal dunia," jelas Abu Thalib.

Bahira kembali berkata "Sebaiknya kamu bawa kembali anak ini ke negerimu. Jagalah baik-baik dan waspadalah terhadap orang Yahudi. Sebab, jika orang Yahudi tahu, mereka akan membunuhnya". Abu Thalib pun membawa Muhammad pulang kembali ke Mekah dan menjaganya lebih hati-hati lagi. Abu Thalib yakin bahwa Muhammad mempunyai kelebihan daripada manusia yang lainnya.

Jodohmu Adalah Cerminan Dari Dirimu


بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Asyadad.Net™ » "Jodohmu Adalah Cerminan dari Dirimu" sebuah kata atau kalimat yang mungkin hampir sering kita dengar dan baca di media sosial, internet atau bahkan spanduk iklan dijalanan. Atau mungkin malah ada yang bertanya, "Benarkah Kalo Jodohmu Adalah Cerminan Dirimu?".. *ngaca*

Kalo ngomongin tentang Jodoh, gak tau kenapa gue jadi rada seriyusan dan jadi rada sok alim (mungkin karna udah terlalu lelah dengan belum dipertemukannya jodoh gue) *hiks*.

Jodoh, yang gue tau termasuk dalam salah satu hal yang udah ditetapin. Ada sebuah kalimat, "Jodoh ditangan Tuhan". Yaps, ada yang bilang dan itu emang bener kalo jodoh udah ditentuin oleh Tuhan (Allah SWT). Seperti yang tertulis dalam salah satu ayat Qur'an berikut:
"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.." (QS. Adz Dzariyaat : 49)

Dan perlu diingat juga, walaupun jodoh udah ditentukan, kita sebagai manusia juga harus Berusaha dan Berdoa agar mendapatkan Jodoh yang baik, dan mungkin ada juga yang berharap dipertemukan Jodohnya lebih cepat (itu gue).

Tapi yang pengen gue bahas kali ini adalah tentang kalimat "Jodohmu Adalah Cerminan dari Dirimu". *ngaca lagi*

"Jodohmu Adalah Cerminan dari Dirimu"

Buat gue sendiri, gue percaya kalo Jodoh udah ditentuin dan Jodoh gue pastinya cerminan dari diri Gue sendiri. Kalo gue baik, insyaAllah dapet jodoh (pasangan) yang baik juga. Tapi kalo gue buruk, ya kemungkinan gue dapet jodoh yang buruk kaya gue juga. Seperti itulah.. *lagi lagi ngaca lagi*

Oke, pembahasan gue kali ini lagi rada seriyusan, jadi kalo misalnya ngebosenin, ya... yasudahlah.. :|

Buat kalian yang muslim dan sering ngaji atau dengerin para Ustadz (Ustadzah) ceramah, mungkin pernah denger ada salah satu ayat tentang Jodoh (pasangan) ini,
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).." (QS. An-Nur : 26)

Semisalnya gini, Kalo seorang Wanita/Perempuan yg alim dan suka ke majelis ta'lim (solehah) gak akan menemukan jodohnya di tempat² maksiat, atau Pria/Lelaki yang suka rajin ke masjid (alim juga) gak akan dapet jodoh di tempat² maksiat juga (Wanita/Perempuan atau Pria/Lelaki baik² hanya untuk Pria/Lelaki atau Wanita/Perempuan yang baik pula).

Begitu juga sebaliknya,, Kalo misalnya seorang Wanita/Perempuan atau Pria/Lelaki yang suka berbuat tidak baik dan Maksiat, sangat jauh kemungkinan untuk ngedapetin Pria/Lelaki atau Wanita/Perempuan yang baik dan alim..

"Kalo misalnya kamu gak cantik/gak ganteng, miskin, bodoh, dan sejenisnya, apa nanti kamu akan dapat pasangan yang seperti kamu juga ??"

Maksud dari "Jodohmu Adalah Cerminan Dirimu" ini adalah lebih ke "Akhlak" nya, bukan dari segi fisik..

Manusia atau seseorang akan bergaul dengan seseorang yg sejiwa (akhlak-nya) dengannya. Kalo dia suka berbuat maksiat, mustahil dia akan duduk bersama orang yang rajin beribadah. Begitu juga sebaliknya, kalo dia rajin beribadah, pastinya jauh dan tidak bergaul dengan orang² yang suka bermaksiat..

Hal ini gue rasain dan lihat sendiri. Beberapa tetangga, saudara, teman dan masyarakat disekitar yang sudah menikah, memiliki pasangan (jodoh) yang sama atau gak jauh beda jauh dengan sifat atau akhlak dari dia-nya..

Mungkin ada yang bertanya,
"Kenapa ada beberapa pasangan (suami-istri) atau keluarga yang berbeda akhlak dan keimanan-nya?".
Seperti cerita-cerita di Sinetron Hidayah yang misalnya suami baik tapi istri jahat, atau sebaliknya seorang istri yang sabar dan selalu mengalah, tetapi punya suami yang kasar dan tidak baik.

Mungkin jawaban dari pertanyaan diatas bisa gue simpulkan dengan beberapa sumber yang gue dapet. Setelah menikah setiap orang kemungkinan akan mendapatkan peluang enam tipe keluarga berikut:

(1) Tipe Keluarga Nabi Nuh a.s.

Kalo sobat tau cerita tentang Nabi Nuh a.s., ketika Allah menurunkan Azab Banjir, Nabi Nuh a.s bersama beberapa pengikutnya yang saleh dan berbagai pasangan Hewan/Binatang & Burung, Nabi Nuh a.s melihat anaknya yang akan tenggelam, mengajaknya naik ke Kapal dan agar bertobat, tapi anaknya tidak mau yang akhirnya tenggelam.

Allah swt. mengisahkan doa Nabi Nuh tentang kematian putranya,
"Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata, Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya. Allah berfiman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu, sesungguhnya (perbuatannya) yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikatnya). Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (QS. Hud : 45-46).

Nabi Nuh a.s diuji oleh istri (pasangan) dan anak yang tidak shaleh, tapi tetap tabah. Mereka bersama di Dunia tapi terpisah di Akhirat.

(2) Tipe Keluarga Nabi Ayyub a.s.

Diuji oleh pasangan yang tidak setia, yang kembali taubat dan dimaafkan.
"Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah." (QS. Al-Anbiya : 84).

(3) Tipe Keluarga Asyiah dan Fir'aun

Asyiah merupakan cerminan wanita salehah, tegar membela kebenaran, sekalipun kondisi menuntut dirinya merahasiakan perjuangan. Asyiah adalah istri Fir'aun, seperti yang kita tau Fir'aun adalah sosok manusia yang sangat keji dan mengaku sebagai Tuhan..
"Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (QS. At-Tahrim : 11)
Doa di atas merupakan permintaan Asyiah istri Fir'aun, kepada Allah swt. yang kemudian dikabulkan.

(4) Tipe Keluarga Abu Lahab

Pasangan Suami Istri yang saling menolong dalam Kejahatan. Atau bahasa kasarnya adalah, sepasang suami-istri yang sama-sama buruk dan saling bekerja sama dalam hal Keburukan..
"Abu Lahab merupakan paman Nabi Muhammad saw. yang sangat memusuhi dan menyakiti nabi, begitu pula istri Abu Lahab saling tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Lahab 111 : 1-5)

(5) Tipe Keluarga Nabi Ibrahim a.s dengan Ayahnya Azar

Kalo tau cerita tentang Nabi Ibrahim a.s, pasti juga tau keadaan keluarga Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim a.s diutus Allah sebagai Rosul untuk memperingatkan manusia menyembah Allah, sedangkan Ayahnya adalah seorang penyembah dan pembuat Berhala..
"Walaupun orang tua tidak sejalan dengan anak, tidak jadi alasan anak membenci orang tuanya. Nabi Ibrahim memintakan ampun untuk ayahnya" (QS. Maryam : 47-48)

dan firman Allah yang lainnya menerangkan:
"Bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun." (QS. At-Taubah : 113-114)

(6) Tipe Keluarga Nabi Muhammad saw. atau Nabi Ibrahim a.s.

Dan tipe keluarga yang keenam adalah Tipe Keluarga yang Sempurna. Suami, istri, dan anak saling mendukung, teguh dalam beribadah, penghambaan dan menyembah kepada Allah swt., amar ma'ruf nahi munkar, dakwah, dan Jihad Fisabilillah.
***

Jadi, kesimpulan gue tentang Jodohmu adalah cerminan dirimu ini adalah, disaat kita (gue, kamu, kalian) berharap mempunyai Pasangan (Jodoh) yang baik, kita sendiri harus merubah sifat dan akhlak kita jadi lebih baik lagi.. Seperti kata-kata singkat yang gue salin dari google berikut:

Jodohmu...
Adalah cermin dirimu sendiri..
Bila ingin mendapat yang baik, Maka jadikan dirimu baik..
Bila ingin mendapatkan yang shaleh, Maka jadikan dirimu yang Shalehah..
Bila ingin mendapatkan yang Shalehah, Maka jadikan dirimu yang Shaleh..
Bila inginkan Imam yang baik, Maka jadikan dirimu makmum yang baik..
Jangan terlalu sibuk menuntut
Tapi jadilah apa yang kau tuntut..

Kata "Jodohmu Adalah Cerminan dari Dirimu", merupakan sebuah kalimat yang menjelaskan bahwa, kalo kita ingin mendapatkan pasangan (jodoh) yang baik, kita harus merubah menjadi lebih baik dulu. Yuk, kita sama² berusaha menjadi seseorang yang lebih baik lagi.. :) Ditulis Asyadad Mubarok dari berbagai sumber..